Beranda » Hukum » PDRI Menyelamatkan NKRI

Kamis, 30 Desember 2021 - 06:56:14 WIB
PDRI Menyelamatkan NKRI
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Hukum - Dibaca: 158 kali
PDRI Menyelamatkan NKRI

Oleh  Masud HMN*)
 
Terbentuknya Pemerintah Darurat  Republik Indonesia (PDRI) Tanggal 22 Desember  73 tahun yang  lalu merupakan  hari yang bersejarah  Tidak saja  penting karena sebagai moment sejarah. Tetapi lebih dari itu  memang  mengandung  makna yang  menyimpan hal yang  harus dikaji.
 
Bukankah Negara Kesatuan Republik Indonesia  telah dirontokkan Belanda lewat  aksi clash  II. Dengan menguasai ibu kota pemerintahan Yogykarta dan  Presidennya  telah ditangkap.?  Bagaimana  nasib  atau ekssistensi  kelanjutan NKRI. 
 
Maksudnya karena itu diambil kesimpulan  generasi  muda harus  memaham persoalan berdirinya PDRI.  Sebagai  bagian dari capital history, modal sejarah meniti masa depan. Adanya NKRI yang dilahirkan  para  pejuang Republik ini menjadi  esensi atau  jiwa bangsa

PDRI merupakan Negara  dengan Presidennya  Syafrudin Perarinegara  dibentuk di  Sumatera Barat  atau kongritnya Sumpur Kudus Kabupaten Sawah lunto Sijunjung, Dilengkapi beberapa kementerian. Sebagaimana layaknya sebuah pemerintahan. Yang  Antara lain  Sumatera Selatan, a Sumatera Tengah, Sumatera Utara,  Riau, Sumatera Timur 
 
Awalnya sebab jatuhnya  ibu kota Yaoyakarta, dan  ditawannya  Soekarno, Hatta dan Sutan Syahrir diasingkan keluar Jawa maka  Syafrudin Perwiranegara membentuk PDRI. Tugasnya untuk melanjutkan perjuangan.
Sebelum ditangkap Belanda   19 Desember  1948 Soekarno  sempat menyiapkan  surat  kawat pada Syafrudin Perwiranegara di Sumatera, dan  A. Maramis  di New Delhi, India. Isinya  jika  pemerintah di Yogyakarta  tidak dapat menjalankan pemerintahan maka Syafrudin Perwiranegara  atau A Maramis diberikan  mandate untuk meneruskan  pemerintahan. Tetapi kawat itu berbulan bulan kemudian baru diterima

Untungnya  tanpa surat  kawat mandate itu  PDRI sudah terbentuk menjalankan fungsinya berdasarkan rapat 19 Desember  1948. Resmi pengumuman terbentuknya  PDRI  lewat  siaran Radio   tanggal 22 Desember 1948. 
 
Tersebutlah  12  kementerian, Antara lain  Menteri Dalam Negeri Moh Hasan, Menteri Pertahanan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Luar Negeri,Menteri Kehakiman, menteri kemakmuran, Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan Ibu kotas  sementara ditetapkan Bukittinggi  dan secara berpindah pindah karena  keadan  perang.
 
Lama pemerintahan  PDRI singkat  saja  yaitu 270  hari. Terhitung 22 Desember 1948  sampai dengan 13 Juli 1949. Diserahkan  kembali  pada  pemerintahan  RI ke   Yogyakarta, PDRI menyerahkan mandatnya  berdasarkan hasil perjanjian Roem Roiyen. Dari catatan diatas,ternyata kita temukan  pemimpin kita yang disimbolkan  Syafrudin Perwiranegara figure   ikhlas dan  sekaligus idealis.Bagaimana  jika tanpa  ikhlas dan idelais. Entahlah.  Kita tah tahu.
 
Sangat jelas ! Dia bentuk PDRI ikhlas, tanpa  mandat sesiapa.. Meski belakang hari  ditemukan mandate dari Presiden Soekarno.. Tanpa menyebut dan menonjolkan dirinya. Bagaimana kira kira akan terjadi jika  saja Syafrudin Perwiranegara tidak menyerahkan atau mengembalikan pada  kepada Soekarno.? Bukan kah PDRI sejatinya  inisaistif Syafrudin Perwiranegar dan kawan kawannya  belaka ?
 
Pemimipin idealis, tercermin dari  mereka  rela menerima kenyataan untuk Indoesia yang kuat..  Figur  PDRI orang yang dibelakang hari jatuh bangun dari dengan rezim kekuasaan. Banyak yang masuk penjara.dan  dimarginalkan.
 
Ya itulah ,sejarah PDRI  270 hari itu, bukan  peristiwa kecil. Mengingat  sebutlah  puncak bersatunya rakyat dan pemimpin pada  saat  kritikal berbahya.Tidak kurang dari darah yang tertumpah, dan  tercurahnya  air mata. Yang tak kering karena panas.Itulah  samudera  persada kuasa.
Yang lahir karena kandungan  luhur ibu periwi melawan  colonial musuh, penjajah tirani Menghancurkan  belenggu.. Itulah menjadi hunjaman kokoh pilar NKRI kini dan seterusnya, Sebagai modal  sajarah, berupa Capital history yang mahal harganya.
 
Penulis ingin mengakhiri catatan ini, dengan peristiwa  perjumpaan (tahun 1980) lansung penulis dg pak Sayfrudin Perwiranegara Ketua PDRI menanyakan  tentang mandat  presiden Soekarno.”Betul sebelumya  saya tidak tahu adanya mandate tersebut ”kata beliau.
Yang jelas  PDRI menjadi tiang  pancan penting sejarah Republik Indonesia. Contribusi pemimpin bangsa. Menghubungkan  PDRI dan NKRI.
 
Jakarta 22 Desenber 2021
 
*) Masud HMN  Doktor  Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)