Beranda » Opini » Mereaktualisasikan Teologi Al Maun

Senin, 30 Agustus 2021 - 22:18:29 WIB
Mereaktualisasikan Teologi Al Maun
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Opini - Dibaca: 117 kali
Mereaktulisasikan  Teologi Al Maun 
 
Oleh DR Masud HMN*)
 
Upaya  mereaktulisaikan arti mengembangkan empati, pertolongan, bantuan pada  anak  yatim dan  fakir miskin seperti  konsep Teologi Al Maun seperti  di sampakai oleh KHA Dahlan diperlukan.. Alasannya ada indikasi tentang  esensi Al Maun  semakin redup dalam masyarakat.  Ada  indikasi atau tanda tanda   mulai di lupakan, Bahkan sudah  muncul bukan hanya pendustaan  tapi penginkaran .
 
Pendustaan  dan pengingkaran Agama dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi dan lain sebagainya kian terasa. Sementara  persoalan  berlansung terus dan  perhatian  menurun pula. Jadilah pendustaan dan penginkaran   agama  secara  terbuka dan  nyata menerpa  komunitas sosial kini.
 
Mungkin pemuka  masyrakat atau pimpinan organisasi terlena,  telah  berubah arah, kita belum tahu  Mereka  tidak lagi  memperkuat Muballigh, untuk ujung tombak gerakan  tapi beralih pada  konsentrasi amal usaha  ekonomi dan  gerakan  pendidikan .Amal usaha pendidikan, rumah sakit, Tidak terlalu salah  untuk mengatakan kini   arus besar financial menjadi ideology gerakan. 
Bila  ditelusuri sejarah  konsep bagaimana  menghadapi pendustaan  agama  menurut  Teologi Al Maun dihadapi dengan Taklim, ceramah  dan kelompok  study. Antara lain menjadi motor penggeraknya  datang dari Peranan para Muballig.
 
Ya itulah perkembangan masyarakat.  Sekarang  ini Ekonomi uang menjadi penting.Kapital uang  menjelma menjadi power  (kekuasaan).
 
Namun, seharusnya ekonomi capital uang memang  penting, peran  Muballig  melawan  pendustaan agama juga sama pentingnya. 
Menarik dari diksussi ini jika kita baca  sebuah tulisan  si harian Republika  dibawah judul Mengkeritik Elit yang  Mendustakan Agama,Penulisanya   bernama Nurdin, menulis   bahwa  orang miskin karena jadi korban ketidak adilan  Ada peran penguasa  yang memilik power hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya ,(Republika 12/7/2021).
 
Lalu dalam  penilaian dia, banyak pihak  dirugikan ulah kelompok  tersebut. Termasuk  Peranan  mereka  dari  politikus karena tidak  amanah memperjuangkan keadilan orang miskin turut menjadi pendusta agama  menurut  Al Quran  surat  Al Maun
Bagi  Nurdin perlu jalan lurus untuk menyadarkan mereka  akan konsep Teologi Al Maun tersebut yaitu dengan  figure   teladan, guru atau pribadi memiliki  akhlak baik.
 
Secara  spesifik surat Al Maun  merupakan surat  ke 107 dalam Al Quran yang tersusun 7 ayat., Sering  dikatakan bahwa  Al Maun surat Muhammadiyah.Yang   isinya   menyebutkan  tahukah anda yang mendustakan Agama? Yaitu orang  menghardik anak yatim dan  tidak memberikan makan orang miskin. (surat Al  Maun ayat  1 dan 2) .
 
KHA Dahlan Pendiri  organisasi Muhammadiyah mendakwahkan ayat ini, Diteruskan lewat Muballig juru dakwah  menyebarkan  pengertian   serta tujuan  ayat ini    Yakni konsep  bagai mana  memberi bantuan, pertolongan  pada yatim dan fakir  miskin.
Secara  objektif  data  Badan Pusat Staistik (2021) kemiskinan  di Indonesia  menyentuh  angka 9,2 perent  setara dengan 26 juta penduduk ,Hitungan itu berdasarkan penduduk yang punya  pendapatan 2,5 US dollar perhari. Tidak memadai  kebutuhan  kehidupannya. 
 
Dalam konteks inilah tanggung  jawab sosial keagamaan  memberi pertolongan  membantu kepada 26 juta  orang miskin.Makna lain  bila tidak  dipedulikan, maka  akan termasuk golongan yang  yang mendustakan  atau meningkari agama.
 
Dalam uraian  diatas terdapat keterkaitan konsep Al Maun dengan Muballig untuk menebarkan makna  mengentaskan serta  mendorong   kebangkitan  umat , Yakni untuk  peduli, membantu, menolong  agar  keluar dari kemisiinan, Teologi  Al Maun sebagai konsep ajaran, kemudian para  Muballig praktisi  dilapangan.
Kita  berpendapat, Teologi Al Maun diaktulisasikan terus.
 
Harapannya  jangan sampai perilaku yang mensepelekan  agama, menginkari berlansung tanpa  respon  tanggung jawab.Nauuzubillah min zalik.
 
Jakarta 26 Agustus 2021
 
*) DR Masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email  masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)