Beranda » Melayu English » Menengok Kebebasan Pers di Pakistan

Senin, 03 Mei 2021 - 13:10:20 WIB
Menengok Kebebasan Pers di Pakistan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Melayu English - Dibaca: 119 kali

Melihat Kebebasan Pers Di Pakistan

Oleh Masud HMN*]
 
Adanya gangguan aktivitas awak pencari berita di Pakistan sangat berdampak terasa kurang bebas nya jaournalis dalam menjalankan tugasnya. Akses infomasi menjadi terhalang. Hal ini dilaporkan jaringan journalis independent Pakistan (Press Independent Net work ) 30 April 2021.

Mungkin sebagai dampak melebarnya area pejuang Taliban melampaui perbatasnya lalu memasuki daerah wilayah tetangganya yaitu Pakistan. Seperti disiarkan PIA Net Work setidaknya ada 148 kasus terjadi selama tahun 2021 serangan kekerasan pada jounalis setahun ini. Data ini mengalami tambahan 40 percent lagi dibandingkan era ( April 2019-May 2020), demikian tulisan report yang disampaikan dalam launching hari kebebasan press 3 April lalu.

’Peningkatan praktek serangan terhadap journalis merupakan point 
kegagalan kolektif Pemerintah Pakistan menghormati kebebasan, 
melawan rasa takut dan kebebasan lingkungan,” katanya. Juga disampaikan catatan 27 kasus hukum penyerangan kepada journalis dalm bertugas kata Iqbal, Direktur pelaksana Net work of Freedom. Undang undang seharusnya melindungi aktivitas mereka tambah Rahman, seorang baris depan dalam masalah kebebasan berekspresi dari journalis Bagian daerah yang amat berbahaya, yaitu Baluchistan, perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Kenapa
Berbahaya? Karena wilayah tersebut terlihat dalam tindak kekerasan, 34 percent diantaranya kasus, 148 kasus pada tahun ini. Data ini juga menunjukkan ada 4 daerah ibu kota Negara bagian Pakistan.

Ada tiga kategori dari laporan ini yang penting, yaitu; kekerasan 18 percent, pembunuhan 17 pecent dan kasus hukum 57 percent.
Ancaman besar atas awak media di Pakistan kini tertuju pada praktisi termasuk keluatga mereka. Pihak pengacara terus berupaya melindungi para praktisi media mengingat tekanan dan ancaman hingga detik ini belum berkurang. Tentu saja perhatian Islamabad  mengenai kondisi kebebasan pers amat diperlukan. ( Bahan dari berbagai sumber). 

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)