Beranda » Olahraga » Diskusi Evaluasi Satu Tahun Kinerja Pemerintahan Jokowi- Amin, GPI Puji Jokowi

Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:59:16 WIB
Diskusi Evaluasi Satu Tahun Kinerja Pemerintahan Jokowi- Amin, GPI Puji Jokowi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Olahraga - Dibaca: 81 kali

Evaluasi Satu Tahun Pemerintanan Jokowi- Amin, GPI Puji Jokowi

Jakarta, Melayutoday.com,- Pengantar diskusi Publik Ketua PW GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran, mengatakan bahwa diskusi ini sebagai wujud  Aksi akrtivis GPI dalam mengevaluasi kinerja pemerintahan Jokowi- Amin, dan banyak sekali permaaalahan permasalahan sekitar UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Moderator Ahmad Syatiri mempersilahkan pembicara antara lain: Agus Sugiarto, SH alias Agus Flores,  Mantan Ketua YLKI Gorontalo.

Menurut, Pengacara LBH Pasific ini, kinerja Pemerintah Jokowi- Amin ada dalam suasana Covid 19, ini terjadi pada periode kedua cukup berhasil, karena menurut data data BPS kinerja Pemerintahan Jokowi-Amin mengalami peningkatan, misalnya kondisi  ekspor meningkat 12 % tahun ini, yakni naik 5 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan kondisi Perikanan kita, adalah mengalami kenaikan 8,4 juta ton pertahun. Dibidang Telekomunikasi 100 persen dalam platform digital mengalami keberhasilan Perusahaan BUMN.

Begitu juga dalam  data dirjen Dukcapil, bahwa angka jumlah peduduk kita sekarang 268 juta lebih, 80 persennya adalah pengguna telekomunikasi. Juga Pedagang kreativ kita mengalami peningkatan. Menurut Agus, Angka kemiskinan juga sangat rendah yakni hanya 7 juta dari jumlah 260 juta lebih. 

Sementara pembicara lain,  Ismail Abdul Kadir, dari lingkaran pemuda untuk demokrasi. Menurutnya, Dlm satu tahun ini ada dua masalah yaitu: Covid, masalahnya, soal penangannya Tidak ada singkronisasi yang terjadi dibawah Jokowi yang berdampak kepada pemerintah daerah. Ini yang perlu diperhatikan para pembantu Presiden, tidak ada harmonisasi di publik. Juga masalah yang Terkait dengan bantuan sosial juga ribut.

Yang kedua, adalah UU Omnibuslaw. Bung Hatta pernah mengatakan kepada Suharto "silahkan buka investasi dari luar tapi ada tidak transfer pengetahuan bagi rakyat? mengutip kata kata Bung Hatta. Artinya, kalau tidak ada kepstian transfer of knowladge jangan buka investasi dari luar.

Menurut saya, terkait UU Omnibus Law halaman draftnya saja simpang siur, ini sesungguhnya terobosan baru tapi kultur birokrasi barat adalah tidak sama dengan bangsa kita. Hanya Persoalannya di kita adalah tidak ada sikronisaai termasuk masalah Pemda sehingga timbulnya raja raja baru.  Sinkronisasi akan berlangsung.  mengatasi Problema covid, namun pemerintahan sekarang tidak ada kesamaan presepsi dengan pemda tentang penanganan covid, oleh karenanya perlu menyamakan PRESEPSI.

Sedangkan Rizal Tohuloula, Sekum PW GPi Jakarta Raya, menjelaskan Bahwa kita akan memulai tentang
Amanah sebagai permusyawaratan bangsa, tradisi bermusyawarah untuk kemajuan kita kedepan.

Satu tahun kinerja pemerintahan Jokowi Amin, dalam menjalankan fungsi fungsi itu sebenarnya mengalami prestasi prestasi pada 6 tahun ini. Menurutnya, Pembangunan infrastruktur masif tapi kesejahteraan rakyat yang belum. 

Pada Periode kedua mengurangi kaum oposisi, dikondisikan apalagi di era pandemi ada tumpang tindih dalam birokrasi sehingga menghasilkan ketimpangan. Kesimpulan diskusi GPI Jakarta Raya sejatinya, tidak ada kritikan tajam buat Jokowi - Amin,  yang ada adalah pembicara tak menyalahkan Jokowi tapi menyalagkan para menteri sebagai pembantynya, malahan yang ada adalah pujian bertubi tubi KEPADA JOKOWI.
( redaksi ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)