Beranda » Olahraga » Ketua Umum PB Pemuda Muslim Indonesia, H.M. Muhtadin Sabili: Mengamalkan Islam Harus Radikal

Sabtu, 26 September 2020 - 19:52:49 WIB
Ketua Umum PB Pemuda Muslim Indonesia, H.M. Muhtadin Sabili: Mengamalkan Islam Harus Radikal
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Olahraga - Dibaca: 50 kali

Ketua Umum PB Pemuda Muslim Indonesia, Muhtadin  Sabili: Mengamalkan Islam Harus Radikal

Jakarta, Melayu today.com,- Narasi pernyataan yang menyudutkan Islam dan umat Islam sebaiknya dihentikan, karena cunterproduktif. Sebutan generasi good looking sebagai sumber radikalisme juga tidak benar. Lalu penceramah harus bersertifikat juga saya tidak paham, karena setahu saya hal itu merupakan domain Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) dan ormas ormas Islam.

Demikian intisari perbincangan melayutoday.com bersama  H.M. Muhtadin Sabili, Ketua Umum PB Pemuda Muslim Indonesia, Kamis ( 17/9/2020) tadi malam.

Menurut Muhtadin Sabili, pihaknya  tidak setuju narasi narasi apapun yang memberikan label radikal dan radikalisme kepada anak muda yang taat menjalankan agama, hafiz quran dan pandai berbahasa arab.

"Saya tidak setuju mereka diberi stigma dengan tuduhan radikal. Saya  berpendapat justru bagus dong kita radikal dalam mengamalkan ajaran Islam, karena kata radikal itu artinya mengakar," jelas Bang Sabili.

Terkait sertifikasi bagi para penceramah atau da' i, tambah M. Sabili. menurut pendapat dan pemahaman saya, sertifikasi itu adalah domainnya podok pesantren, Lembaga pendidikan Islam, ormas ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia ( MUI ). Bahkan sebutan ustaz atau Kiyai atau Ulama yang memberinya adalah ummat.

"Saya kurang faham kenapa negara mengambil alih sertifikasi bagi para da' i dan penceramah " kata Sabili sembari bertanya.

Kalau sertifikasi tersebut untuk menghadang radikalisme, itupun kurang tepat, karena pemahaman keagamaan di negeri kita beragam, banyak perbedaan pendapat dan Mazhab. " Perbedaan pendapat dalam pemahaman Islam, tidak boleh divonis radikal. Saya juga khawatir semua orang yang berbeda pandangan dan kritis dengan Pemerintah lalu dituduhnya radikal, ini tidak benar dalam iklim demokrasi," jelas Ketum ondebow dari Sarikat Islam Indonesia ini.

Seperti diketahui, pada 16-18 September 2020, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama menggelar Sosialisasi dan Launching Penceramah Bersertifikat, yang pesertanya diklaim berasal dari organisasi dakwah dan ormas ormas Islam. Namun, ada yang janggal, di forum tersebut Logo MUI yang awalnya terpampang di spanduk tiba tiba ditutupi sehingga yang terlihat hanya logo Kementerian. Agama. ( redaksi ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)