Beranda » Opini » OPINI: Pernyataan Sampah

Jumat, 25 September 2020 - 19:00:34 WIB
OPINI: Pernyataan Sampah
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 48 kali

OPINI: Pernyataan Sampah
 
Oleh Masud HMN*) 
 
Dimana  bijaknya kita berpolemik soal ucapan selamat Natal boleh atau dilarang, tulis teman saya lewat WA .Teman itu menambahkan Janganlah kita menghabiskan waktu menanggapi pernyataan sampah, membuang  energy saja,Apa lagi mengaitkan peran Majelis Ulama Indonesia  (MUI) yang amat  jelas tidak membolehkan umat Islam melakukan ucapan natal tersebut
 
Mengambil faham Polemik bijak dengan pernyataan sampah amat diperlukan. Kenapa ?  Karena pernyataan sampah tak bernilai  juga  membahayakan. Busuk dan  membawa penyakit. Sejatinya  memang itulah ketegasan   peran MUI  seperti dilakukan  Buya Hamka membimbing  umat Islam untuk patuh  taat menjalankan agamanya.Buya menegaskan sikapnya  tentang perayaan Natal bersama, Ia  mengatakan berhenti dari Ketua umum MUI jika  natal bersama diterima. Hamka  bertanggung  jawab menjelaskan mana yang sesuai  mana pula yang tidak sesuai Itu  yang berlaku selama ini.Tanpa itu kekacauan akan muncul.
 
Maka MUI dan umat  Islam perlu menjaga, jangan sampai ada ajaran  yang merusak  fungsinya dalam praktek Islam  dalam masyarakat. Itu saja. Mengingat taruhannya persatuan sebagai bangsa. Kita  bisa  melihat dalam sejarah gangguan  paraktek  ajaran Islam  yaitu jahiliah, munafiq, kafir dan fasik (JMKF) yang dibentangkan  sebagai berikut:

Pertama, tantangan  kaum jahiliah.Periode awal ditandai meyembah berhala. Meminum arak, membunuh anak perempuan. Ini terjadi saat Nabi Muhammad  SAW berhadapan dengan  kaum Thaqhut  Quraisy,
 
Kedua, tantangan kaum  munafiqin Ditandai kebohongan , lancing kepura puraan, lain  dimulut lain  dihati. Janji bohong berkata dusta dan tidak amanah,
 
Ketiga, tantangan kaum kafir. Ditandai ingkar, menolak  kebenaran  dan sombong
 
Keempat, tantangan kaum fasiq, Ditandai karakter tidak masuk akal, gila, bodoh dan mabuk
 
Masalah  diatas dengan berbagai karakter pernah ada  dan   telah dihadapi  para ulama.Bahkan sebelum  Indonesia menjadi Negara bangsa. Meminjam  istilah  seorang sejarawan besar Mansur Suryanegara bahwa  ulama menyalakan  api  sejarah. Dikampung dan desa. Menjadi Cikal bakal Negara bangsa  Indonesia  kini.
Atas kesadaran  tersebutlah umat Islam diselamatkam peran utamanya, Inilah  tantangan zaman bagi  umat Islam Indonesia kini dan masa  depan,Maka karena itu  Fungsi  ulama  kini MUI harus dimantapkan, MUI kini  menjadi ujung tombak yang identic pilar persatuan dan jihad.
 
Akhir kata,  marilah kita   mantapkan  pilar MUI sebagai tiang  pancang  perstuan umat  islam dengan  jihad. Satu  bangunan pengejawantahan kalam Tauhid yang bersih dari ajaran sesat dan merusak.. Mengumandangkan panggilan  jihad  di bumi nusantara. Aamiin.
 
*)Penulis adalah anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Komisi Ukhuwah Islamiyah. 

Jakarta 22  September 2020

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)