Beranda » Nasiional » Di Laut Kita Raih Dollar, Di Laut Kita Sejahtera

Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:57:31 WIB
Di Laut Kita Raih Dollar, Di Laut Kita Sejahtera
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 73 kali

Di Laut Kita Raih Dollar, di Laut ada Kesejahteraan

Dr Masud.HMN*)
 
"Laut Dalam Perspektif ( Ekonomi )  Kerakyatan
 Laut adalah sumber ekonomi masa depan ( Rokhmin Dahuri )"

Membayangkan  pendapat dari sang guru besar Kelautan dan perikanan IPB, yaitu: Profesor Rokhmin Dahuri yang memiliki konsep ekonomi rakyat yang berkemajuan  berbasis pada  laut adalah  menarik dan  menantang untuk kita gulirkan sebagai sebuah gerakan.

Bukan dengan melihat  gedung yang menjulang tinggi dan  tumbuhnya  cerobong  asap industry harus  kita sehingga melupakan keberadaan potensi laut. Karena  mengingat hal itu  sudah  tidak lagi menjadi indikator majunya kesejahteraan rakyat di semua  Negara. Bahkan semakin  bermunculan  gedung  menjulang  langit dan  banyaknya  cerobong asap  industry namun tetap saja  rakyat  dalam kondisi miskin tidak sejahtera.
Menarik dan  menantangnya dalam perspektif  kelautan  justru untuk membangun ekonomi  kerakyatan secara actual dan relevant perlu terus kita gaungkan. Laut ekonomi masa depan dengan berbagai variabel potensinya.

Sementara aktual karena sumber kelautan dianggap baru. Dan  kita  punya  laut  yang luas dan Beragam potensi didalamnya. Intinya,  kita tidak akan kekurangan  lahan laut yang bisa  ditangai  dalam  akativitas ekonomi. Relevant adalah untuk bangsa Indonesia sebagai tulang  paunggung ekonomi masa depan.
Singkat  kata kita punya  laut  yang luas disamping kita punya lahan tanah. Dulu Ekonomi kerkayatan kita hanya berbasis tanah, kini  sumber ekonomi  kerakyatan Indonesia ada di laut. Semakin efektif pengolahan tanah dan laut semakin majulah ekonomi kerakyatan kita, Dengan  tanah dan lautan kita jaya. Seperti  diungkapkan mantan Menteri  Kelutan dan Perikanan Raokhmin  Dahuri lewat wawancara di sebuah stasiun  radio swasta baru baru ini perlu mendapat  prioritas pemanfaatan kelautan kita. Selain  membentangkan  fungsi  laut untuk transportasi, dan  prawisata, Guru  besar Institut Pertannian Bogor tersebut menguraikan soal soal sumber pangan. Ikan dan rumput laut tak syak lagi tersedia  di dalam laut kita.
Ikan  dengan  variasi dan jenisnya memiliki kandungan energy sangat  menjanjikan, Kita tidak saja  tergantung dengan  makan  beras tetapi juga  dari sumber  pangn dari laut termasuk ikan. Raokhmin  Dahuri  sudah benar  memberi keyakinan pada kita bahwa
Pak Rokhmin panggilan akrab, ia  menambahkan dalam wawancara seperti  disebutkan diatas, secara tuntas menjelaskan gizi dan  variasi kandungan bersumber daya ikan. Seperti kebiasaan  orang  Jepang dan Korea  punya tradisi memakan ikan, katanya. Nyatanya Indonesia belum demikian. Tradisi kita baru pada  sayuran atau usur nabati.
Ini perlu kita  rubah, Menjadikan ikan sebagai sumber pangan berbasis  hewani. Supaya kita  menganeka ragamkan  gizi dari alam yang  kita  miliki, kata  Dosen  berlevel teladan dari IPB Bogor itu.
Gagasan lautan sebagai ekonomi masa depan,  memakmurakan rakyat sesungguhnya ideal dijadikan Indonesia  membumikan  dalam mengejawantahkan ekonomi keraktan, Membangun ekonomi kelautan terbaik untuk  rakyat. Terbaik juga untuk Indonesia.

Dalam hal ini setidaknya ada  keselarasan pembangunan ekonomi kita, Yaitu kita  bertolak dari dua bentuk soko  guru dari  ekonomi kerakayatan yaitu:

Pertama,  ekonomi  pertanian. Indonesia  adalah tanah sebagai lahan untuk menanam sumber pangan, Basis  dari ekonomi tanah pertanian memberi kita  kemampuan untuk pangan. Ini sudah dijadikan program pemerintah berbasis desa. Meski stabilitas  keamanan pangan kita sering terganggu yang disebabkan ada  permasalahan hama, gagal panen, dan  masalah eksistensi dan intensifikasi, tidak mulus. Menimbulkan  ketidak seftynya  ketersedian pangan kita Sehingga kita  import beras, garam, bawang putih dan lain sebagainya.
Tentu ini semua  mengganggu keuangan  Negara dalam  mengelola  alokasi anggaran biaya. Pada gilirannya  belanja  Negara menjadi devisit. Pertumbuh melambat. Jadi, ekonomi pertanian tidak ideal berbasis  tanah dan pertanian semata. Apatah lagi tanah mulai berkurang  luasnya  oleh ekpansi industry dalam membangun pabric dan seterusnya.

Kedua, ekonomi   kelautan. Hal Ini berbasis  pantasi dan pulau. Dasarnya Negara kita bukan jazirah  bentangan luas  tanah daratan, Bukankah Indonesia  adalah  wilayah  kepulauan dan bibir  pantai terpanjang di dunia.
Setidaknya ekonomi kerakyatan berbasis kelautan terdapat empat (4) factor yaitu:

Pertama, laut sebagai jalur tranportasi dan pelayaran dunia. Sehingga rakyat Indonesia punya kesempatan menjadi pelaut dunia.yang ulung. Nenek moyangku seorang pelaut.

Kedua, laut  sebagai  penghasil  energy pangan seperti ikan dan rumput laut. Termasuk terumbu karang serta mutiara. Yang  potensinya sangat besar sekali.

Ketiga,  ekonomi kelautan sebagai factor ekonomi parawisata. Ekotourisme. Sehingga bisa bisa berkembang perhotelan dan  olah raga laut.

Keempat, pertambangan atau mining, berbentuk mutiara, minyak yang berasal   dari dasar  laut.
Dari semua itu kita dapat menangkap besaran  aktivitas  dari kelautan. Semuanya  berpotensi  mengahasilkan  dolar alias uang, Rakyat dapat terlibat dalam aktivitas ini.
Pada akhirnya sekali lagi  laut adalah ideal sebagai ekonomi masa depan, Apatah  lagi ini  bagian soko guru bangsa yaitu kaum petani dan nelayan. Adalah wajar  jika Rokhmin Dahuri  menyuarakan  gagasan kelautan  masa depan kita  tanpa mengenal lelah tanpa henti, Sayangnnya  masih ada  kurang sambutan, Termasuk dari pemerinah sendiri yng belum serius untuk turun tangan melaksanakan program kelautan ini.
Padahal ada semboyan Tentara Nasional kita yaitu angkatan Laut  punya  semboyan Yalesveva    yaya mahe. Dilaut kita Jaya. Kita  harus memastikannya. Jangan sampai terjadi dilaut kita tak Berjaya.

Jakarta 21 May 2020

*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana  Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka  (UHAMKA) Jakarta.. 
Email: masud.riau@Gmail.Com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)