Beranda » Nasional » Ahmad Tanjung: Jika Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19 Potensi Kerusuhan 98 Bisa Terjadi

Kamis, 02 April 2020 - 16:41:26 WIB
Ahmad Tanjung: Jika Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19 Potensi Kerusuhan 98 Bisa Terjadi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 143 kali

Ahmad Tanjung:  Darurat Sipil Tetap Berpotensi akan Terjadi Kerusuhan Seperti 98

Jakarta, Melayutoday.com,- Cara pemerintah Jokowi menangani wabah virus corona Covid-19 dengan memilih darurat sipil , bukan lokcdown adalah langkah pragmatis dan terlambat, ada dugaan karena bisikan bisikan dari pembantu  sekelilingnya. Pemerintah mengambil langkah ini, karena tidak punya beban membiayai kebutuhan ekonomi rakyat.
Sedangkan langkah lokcdown pemerintah  harus menggelontorkan dana untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang anggarannya harus ditransfer Menteri Keuangan kepada Pemerintah daerah seluruh Indonesia, seperti yang dilakukan oleh negara negara lain.
Hentikanlah wacana pemindahan ibukota baru, pemerintah harus fokus tangani wabah virus corona dan memenuhi kebutuhan ekonomi rakyat. Rakyat tidak boleh ada yang kelaparan.

Demikian analisis Drs. H. Ahmad Tanjung selaku Ketua Umum Barisan Penegak Indonesia Raya ( Bapindra) kepada melayutoday.com, kamis (2/4 /2020) siang.
 
Sementara itu Regulasi yang dikeluarkan sebagai dasar darurat sipil sejatinya sudah terlambat dan cenderung pragmatis, seperti PP, Kepres dan Perppu. Semuanya terkait penanganan virus corona.  yaitu: Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, Keputusan Presiden (Keppres) Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, dan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Menurut Bang Tanjung, sapaan akrabya,  jika regulasi tersebut dikeluarkan dua minggu sebelum Maret kemaren mungkin masih relevan. Tapi, Darurat sipil itu agar pemeintah tidak banyak beban biaya, semua menjadi tanggung jawab daerah sedangkan jika lokcdown yang dipakai, sepenuhnya pemerintah pusat yang menanggung kebutuhan rakyat. 
 
"Kita jangan malu malu mencontoh Pemerintahan era SBY yang memberikan bantuan langsung tunai atau BLT buat rakyat kecil dan miskin. Darurat sipil yang diterapkan Pemerintahan Jokowi tidak akan efektif. Kenapa? Karena kalau kita lihat sekarang rakyat miskin semakin bertambah , rakyat kecil kelaparan akan bertambah, pabrik pabrik dimana mana akan melakukan PHK, industri rentan berproduksi akhirnya potensi kerusuhan tahun 1998 bisa saja terulang kembali," tandas BangTanjung.
 
Dimana, waktu itu,tambah Tanjung, penjaraha. terjadi dimana mana. Hal ini,  semoga tidak terjadi tapi jika dua minggu ini tidak bisa reda dan pwmerintahan Jokowi lamban, maka indikasi ke arah 98 potensial akan terulang kembali.
 
"Solusinya menurut saya Pemerintahan Jokowi perlu mencontoh SBY, jangan malu.malu Dan rakyat butuh dibantu pemerintah 3,5 juta perbulan selama mereka tidak bekerja diluar rumah karena dilarang akibat bahaya virus corona covid-19 yang sekarang telah memakan banyak korban meninggal dunia,"tambahnya .
 
"Gunakanlah anggaran yang akan dipakai untuk ibu kota baru. Masak 3% dari 500 triliun tidak bisa ditambah dengan anggaran dari APBN 3%," pungkasnya. ( redaksi ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)