Beranda » Hiburan » Film Riki Rhino Kampanye tentang Konservasi Lingkungan Hidup

Rabu, 26 Februari 2020 - 06:05:23 WIB
Film Riki Rhino Kampanye tentang Konservasi Lingkungan Hidup
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hiburan - Dibaca: 70 kali

Film Riki Rhino, Film Konservasi Peduli Lingkungan 

Jakarta, Melayutoday.com,- Melanjutkan kesuksesan enam film animasi Petualangan Singa Pemberani sebelumnya. Batavia Pictures kembali menghadirkan film animasi dengan nuansa konservasi dan peduli lingkungan hidup. 

Karakter baru seekor badak sumatera bernama Riki, dalam petualangan berbagai karakter satwa langka Indonesia lainnya melawan para pembum hewan dan pelaku penebangan liar. 

Pelestarian lingkungan begitu menonjol dalam film ini, pihak rumah produksi mencoba ingin mengedukasi penonton,  mengenalkan berbagai satwa langka di Indonesia.

Apa ceritanya?  Badak Sumatera muda yang kehilangan culanya setelah diambil oleh pemburu Mr. Jak. Untuk mendapatkan kembali cula yang telah dicuri, Riki memulai petualangan Riki kemudian mendapatkan cula dengan kekuatan tersembunyi yang diperoleh dari hewan yang diselamatkannya. Kekuatan ini membuat Riki mampu melakukan  keahlian hewan lain dalam waktu tertentu. 

Proses pembuatan film Riki Rhino memakan waktu kurang lebih 4 tahun, mulai riset,  produksi hingga post produksi. Pemilihan cast sebagai dubber dalam film ini menjadi satu aspek yang penting, karena mereka akan menyuarakan pesan dalam film ini kepada masyarakat indonesia. 

Salah satu pertimbangan pengisi suara dalam mm Riki Rhino, bukan hanya icon yang mewakili anak muda masa kini, namun mereka yang punya nilai dan visi misi yang selaras dengan. film Riki Rhino." 

Lucki lukman Hakim, Produser Film Riki Rhino menuturkan industri perfilman Indonesia kian berkibar, banyak talenta yang semakin menunjukkan bakat mereka. "Kami di Batavia Picture menghadirkan Film Riki Rhino untuk keluarga Indonesia sebagai pilihan hiburan dengan harapan bisa diterima dengan baik oleh mereka," ungkapnya.

Film Riki Rhino, tambah Lucki Lukman adalah produk asli anak-anak muda Indonesia. Harapannya, Film ini bisa menjadi titik awal dari kemajuan industri kreatif di tanah air.’ 

Pencetus Cerita Film Riki Rhino, Jony Yuwono, menuturkan film ini menggabungkan berbagai aspek penting agar bukan hanya menghibur namun juga memberikan makna. 

”Film ini dibuat sepenuh hati, dengan proses pengembangan cerita mempertibangkan berbagai aspek. Yakni kolaborasi antara aspek persahabatan, konservasi dan pentingnya kita peduli lingkungan," ulangnya.

Guna memperdalam makna dari Film Riki Rhino juga menggandeng pegiat lingkungan sekaligus Aktor Hamish Daud yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri Yayasan Indonesian Ocean Pride. 

Hamish langsung tertarik ketika diajak menjadi bagian dari Film ini. “Film Riki Rhino sangat menarik dan sesuai dengan interest saya di isu lingkungan. Ketika ditawarkan, saya langsung terima ajakan untuk menjadi pengisi suara Riki," tutur Hamish Daud.

 'Untuk menularkan kecintaan terhadap lingkungan yang tepat bukan lewat menggurui orang, namun dengan mengubah gaya hidup mereka. Film ini sesuai dengan semangat itu, sambil menonton km mendapat pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai seorang ayah, saya juga berharap film inl bisa menjadi salah satu cara bagi para orang tua untuk mengenalkan keanekaragaman hayati kepada anak mereka," pungkas Hamish. 

Dimas Danang Suryonegoro, pemeran karakter Master berharap agar film lnl bisa dlnlkmatl seluruh keluarga Indonesia.

 “Film Riki Rhino overall sew banget, walaupun ini pengalaman pertama menjadl pengisl suara film animasi tapi saya Iangsung jatuh cinta sama karakter yang dipercayakan kepada saya. Pengennya sih film lucu begini bisa ditonton bareng sama semua keluarga, ya." 

Niken Anjani pemeran tokoh Nina mengakui film ini  related dengan situasi hari ini. “Film ini kocak banget, seru karena karya anak bangsa juga makin keren-keren ya dan bisa dinikmati seluruh keluarga. Meskapun baru sekali terlibat di film animasi, tapi saya mencoba menirukan gaya karakter yang saya perankan, sambil menikmati filmnya."

Film besutan Sutradara Erwin Budiono ini akan tayang mulai 27 Februari 2020. Selamat Menonton. (Kontributor Berita: Indri).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)