Beranda » Hukum » FNI: Kasus Korupsi Di KKP dari Tahun Ke Tahun Meningkat

Jumat, 10 Januari 2020 - 21:38:24 WIB
FNI: Kasus Korupsi Di KKP dari Tahun Ke Tahun Meningkat
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 338 kali

FNI:  Kasus Korupsi di Sektor Kelautan dan Perikanan Meningkat dari Tahun ke Tahun

Jakarta, Melayuyoday.com,- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Menteri Susi Pudjiastuti diduga memiliki rentetan kasus korupsi. Sehingga aparat penegak hukum diminta untuk menyelidiki secara tuntas kasus dugaan korupsi tersebut.

Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto Samawa memaparkan dugaan korupsi tersebut yang menurutnya berdasarkan hasil eksaminasi. Dia menyebut kasus korupsi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia dalam perkembangannya terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari segi jumlah (kuantitas) kasus yang terjadi maupun dari segi kerugian keuangan negara.

“Kita bukannya menuduh atau benci, tidak tapi kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan di sektor kelautan dan perikanan pada kurun waktu 2016 sampai 2019 semakin sistematis. Sehingga penegak hukum benar-benar mengusut tuntas seluruh dugaan kasus korupsi itu,” ungkap Rusdianto kepada wartawan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Menururnya, Beberapa kasus dugaan korupsi yang turut melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di antaranya kasus Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran, Sabang, dan Karimunjawa. Namun, dalam proses penegakan hukum hanya Sabang yang ditindak dengan seluruh bukti yang sudah tersita dalam bentuk barang dan uang yang dikembalikan. 

“Artinya, ketiga tempat proyek Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran, Sabang, dan Karimunjawa satu kesatuan tak bisa dipisahkan. Mestinya penegakan hukum harus berdimensi keadilan dan ditegakkan dalam satu kasus,” ungkapnya. ( hrn ). 

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)