Beranda » Hukum » Solidaritas dan Dukungan untuk GKR Hemas: Menentang Kesewenang wenangan

Minggu, 18 Agustus 2019 - 14:04:24 WIB
Solidaritas dan Dukungan untuk GKR Hemas: Menentang Kesewenang wenangan
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 63 kali

Kami Menentang Kesewenang wenangan Terhadap GKR Hemas

Jakarta, Melayutoday.com,-Pada sidang MPR RI dalam rangka Memperingati Hari Kemerdekaan RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI untuk mendengarkan Pidato Pengantar Nota Keuangan oleh Presiden RI tanggal 16 Agustus 2019 di Gedung Komplek Parlemen, salah satu anggota DPD RI yaitu Ibu GKR Hemas dihalangi kehadirannya untuk melaksanakan hak konstitusionalnya karena undangan kepada yang bersangkutan dicabut beberapa saat menjelang acara berlangsung. 

Kami menilai bahwa dasar pencabutan undangan tersebut inkonstitusional dan mencabik rasa keadilan kami karena Ibu GKR Hemas adalah anggota DPD RI yang dipilih secara sah melalui Pemilu 2014 dan juga perempuan tokoh yang selama ini berjalan beriringan bersama kami dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di politik. 

Sehubungan dengan hal tsb, Kaukus Perempuan Parlemen (KPPRI), Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) serta Maju Perempuan Indonesua (MPI), menentang dan melakukan perlawanan atas perlakuan tersebut. Perlawanan ini kami nyatakan dalam konferensi pers Minggu (18/8/ 2019) di Upnormal Coffee Roasters, Jalan Raden Saleh No. 47, Jakarta Pusat.

Yang menyatakan dukungan , silidaritas dan perlawanan antara lain: Irma Suryani Chaniago, Sekretaris Jenderal KPP- RI, Lena Maryana Mukti, Koordinator MPI, Titi Anggraini, Direktur Eksekutif PERLUDEM, Dwi Septiawati, Ketua Umum KPPI, Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani, Dian Kartikasari, Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Bivitri Susanti, Dosen Sekolah Tinggi Hukum Jentera. ( hrun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)