Beranda » Opini » Indonesia.Kita.Kian.Maju

Senin, 01 Juli 2019 - 12:38:28 WIB
Indonesia.Kita.Kian.Maju
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 183 kali

Indonesia Semakin Maju
 
Oleh Dr Mas ud HMN*)
 
Bebek berbondong melatah ditanah, Rajawali terbang bebas sendirian diangkasa’ Pepatah Melayu mengungkapkan.
 
Ungkapan orang Melayu diatas bagus  dalam menyatakan dua komparasi esktrim budaya dan   agaknya penting untuk dipahami, Ungkapan itu lengkapnya berbunyi hanya bebek  jalan berbondong melatah di tanah sementara  rajawali terbang bebas sendirian di angkasa. Budaya yang  dinotasikan  burung bebek dan burung  rajawali.
 
Adanya tamsil lama atau analogis  pada  masyrakat  Melayu dengan istilah bebek yang  berbondong  jalan melatah ditanah dalam persfektif masyarakat yang tidak dinamis diperbandingkan masyrakat yang dinamis bergerak cepat agaknya menarik. Kenapa demikian, karena:
 
(1) jalan lambat menggambarkan  mandek ketinggalan dan (2) terbang  diangkasa, maju dan cepat. Antara  underdevelov dan develop bersimbol bebek dan rajawali. Bebek dan raja wali memang tak sepenuhnya tepat untuk diperbandingkan,  Tapi biarlah  dipakai sekadar memenuhi unsur rasional.Apa lagi  kalau disifatkan seperti membebek.
 
Kata membebek dinarasikan  banyak makna yang bermtendensi negatif.Fenomena  itu  sangat menyakitkan, seumpama masyrakat yang membebek, berarti tak punya pilihan, tak punya kemampuan apa apa.Cermin sikap masyrakat  membebek adalah masyrakat tak punya  hari depan.
 
Sebaliknya masyrakat yang tidak membebek identic dengan  masyrakat berperadaban maju, Masyrakat yang  tanpa ketergantungan.Masyrakat  yang punya pilihan atau masyrakat berbudaya alternarif. Inilah budaya dalam peradaban maju, punya pilihan masa depan, pilihan gagasan transformative
 
Penulis sependapat hal itu  adalah keniscayaan.Budaya transformative, yang disimbolkan burung  Rajawali, yang bisa terbang kelangit tinggi. Kemudiaan budaya transformative lah yang meniscayakan satu bangsa yang  maju, Jika mau diperbandingkan lagi  budaya  membebek atau budaya rendah dengan budaya tinggi yang disimbolkan Rajawali adalah berbeda  seperti  bumi dengan langit., satu keadaan yang amat kontras.
 
Dalam konteks itu, kita  bersyukur Indonesia kini bukan lagi terbelakang tapi kini Indonesia Negara berkembang atau dengan kata lain  Negara  G 2O.Satu posisi sejajar dengan  Iran, Turki dan India. Sekali lagi satu keadaan yang  kita syukuri. Meski masih dibawah Jepang,India dan Cina.
 
Memang orsinilnya perkembangan bangsa kita belum mantap dan masih terus mencari kearah yang  baru dan maju. Meski sudah banyak berusaha, mencari, bentuk yang mencirikan kebudayaan yang transformative itu. Masih ada kendala.

Seperti kata penyair Taufik Ismail dalam puisinya bertema: "Kita sudah"
 
Kita sudah mendaki,Kita sudah menurun
Kita sudah nerjalan, Kita sudah singgah berhenti
Kita sudah berjuang, kita sudah meradang
Kita sudah memukul
Kita sudah memukul angin
Wwwaahh ,,,,,
Sang penyair  asal suku Minang itu menarasikan asa yang banyak hendak nembentuk masyrakat yang ideal.Energi yang  memunculkan asa yang  luar biasa tapi menemulan karang penghalang.Simpul kata ”wwaaah”  penyair angkatan 66 itu adalah handikap keterbenturan.
 
Akhirnya, meskipun ada  handicap dan keterbenturan kita harus berjuang.Keyaknnan kita  tak pernah pudar roda kehidupan terus berputar, dimana Allah sang Khalik tidak pernah tidur.Juga Allah akan memenuhi janjinya.Amin.
 
Jakarta, 1 Juli 2019
 
*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka ( UHAMKA) Jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)