Beranda » Nasional » GBN Nyatakan Aparat Yang Langgar Sumpah, Sama Saja Melanggar Pancasila dan UUD 1945

Rabu, 08 Mei 2019 - 17:07:27 WIB
GBN Nyatakan Aparat Yang Langgar Sumpah, Sama Saja Melanggar Pancasila dan UUD 1945
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 371 kali

GBN Nyatakan Aparat Yang Melanggar Sumpah Sama Dengan Melanggar Pancasila dan UUD 1945
                 
Jakarta, Melayutoday.com,-Situasi pasca pelaksanaan Pemilu 2019 pada 17 April 2019 lalu telah menyisakan berbagai polemik dan potensi konflik di tengah masyarakat. Sehingga, Gerakan Bela Negara (GBN) yang terdiri dari para tokoh Purnawirawan TNI/POLRI dan Tokoh-Tokoh Aktivis Sosial, sebagai organisasi independen yang berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta bertujuan menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari gangguan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, ketika menyaksikan dan mengalami secara langsung situasi tersebut, perlu membuat pernyataan sikap dan rekomendasi.

Maka, dalam situasi tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Bela Negara (GBN) menggelar pers dan pernyataan sikap yang  dibacakan oleh Ketua Dewan Pembina GBN, Jenderal TNI ( (Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo yang berlangsung Rabu, (8/5/ 2019) sore di Gedung Juang 45 Menteng, Jakarta Pusat.
        
Konferensi Pers dan  Pernyataan Sikap GBN menyikapi Situasi Pasca Pemilu 2019 dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Bela Negara, Mayjend. (Purn.) H. Budi Sujana,  Ketua Dewan Pembina GBN. Jend. TNI.(Purn.) Agustadi Sadongko Purnomo dan Dewan Penasehat GBN yang sekaligus Sasterawan Muslim Dr. H. Taufik Ismail, serta Sekretaris Jenderal GBN, Marsda TNI (Purn) Amirullah Amin dan banyak tokoh lainnya.

Menurut Budi Sujana, dulu ada ekstrim kiri PKI yang pernah membrontak 48 Madiun dan 65 , sedang ekstrim kanan, pembrontakan Kahar Muzakkar. Juga bahaya separatis.

" Yang harus diwaspadai lagi adalah islam Syiah dan jaringan islam liberal dan kapitalisme. Mereka juga paham ekstrim yang berbahaya," jelas Budi Sujana saat jumpa pers.

Terkait mengawal pemilu jurdil yang ternyata menurut Budi Sujana, saat ini kondisinya, justru terjadi kecurangan yang sistematis, terstruktur dan masif. Bahkan wafatnya petugas Kpps hingga kini mencapai 500 orang.

" Menyikapi situasi nasional pasca pemilu 2019, GBN mengajak seluruh elemen bangsa, ormas, LSM, OKP, dan Organisaai keagamaan yang berazaskan Pancasila untuk menjaga dan menyuarakan pemilu agar diselenggarakan dengan prinsip sesuai UU Pemilu Ni. 7 tahun 2017," kata Jend. TNI ( Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo saat membacakan PerNYATAAN SIKAP.

Sementara terhadap TNI/Polri dan ASN, khususnya penyelenggara, Budi Sujana, berharap menjunjung tinggi komitmen terhadap amanat Pancasila dan UUD 1945.

" Bagaimanapun TNI, Polri, dan ASN terikat penuh dalam Saptamarga, Tribrata dan Abdi Negara yang harus dijalankan. Aparat yang.melanggar sumpah, berarti melanggar Pancasila dan UUD 1945," tegas Budi lagi. (run).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)