Beranda » Hukum » Lieus Sungkarisma: Mendesak Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019

Minggu, 28 April 2019 - 20:36:43 WIB
Lieus Sungkarisma: Mendesak Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pilpres 2019
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Hukum - Dibaca: 313 kali

Lius Minta Dibentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu dan KPU Diaudit 

Jalarta, Melayutoday.com,- Banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam  Pemilu dan Pilpres Serentak 2019, hal ini amat memprihatinkan terutama bagi paslon 02, karena muncul banyak kecurigaan. Bahkan ditengarai telah terjadi persekongkolan jahat yang dilakukan oknum penyelenggara Pemilu serenrak demi memenangkan salah satu  Paslon Capres.

Dugaan kecurangan itu sulit dibantah bukan saja karena banyaknya temuan kecurangan yang terjadi di tingkat TPS pada saat pencoblosan. tapi juga di tingkat PPK saat pengumpulan data fon’mulir C1 dan di tingkat KPU saat dilakukan input data suara pemilih melalui server resmi KPU.

Sampai saat ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah menemukan 1.200 kasus dugaan kecurangan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Demikian disampaikan Komando Gabungan Relawan Demokrasi Pancasila (Komando Garda Depan) saat press confrence , Minggu (28/4/2019) di Rumah Aspirasi kawasan Cut Mutiah Mebteng Jakarta Pusat.

Garda Depan, melalui Komandannya, Lieus Sungkarisma, mendesak segera dilakukan audit forensik terhadap KPU dan segera dibentuk Tim Pencari Fakta.

" TPF untuk menemukan kebenaran material tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pelaksanaan Pilpres tahun 2019 ini," jelas Lieus.

Menurut Lieus Sungkharisma. audit forensik dan pembentukan Tim Pencari Fakta (T PF)  sangat penting dan mendesak dilakukan karena Pemilu dan Pilpres yang telah menghabiskan biaya triliunan rupiah itu tidak menjadi sia-sia.

 “Terlalu mahal ongkos yang harus kita bayar jika ternyata Pilpres kali ini dikotori oleh ambisi pribadi dan kepentingan sekelompok orang,"tegas Lieus.

Lieus menilai indikasi adanya kecurangan itu semakin menyolok mata ketika sudah lebih dari sepuluh hari pemilu berlangsung. namun persentase perolehan suara pasangan calon  di real count KPU tidak berobah signifucan.

 “Sejak pertama kali real count ditayangkan KPU hingga hari ini jumlah persentase suara tak beranjak dari angka yang sejak pertama kali mereka tampilkan.“ ujar Lieus.

Bahkan, tambah Lieus, banyak sekali ditemukan  jumlah perolehan suara di real count KPU yang tidak sesuai dengan data C1 yang ada di masyarakat.

“Tragisnya, jumlah yang selalu kurang adalah suara Paslon 02. Sedangkan suara paslon 01 terus bertambah.“ jelas Lieus.

“Apun alasan yang diberikan KPU, faktanya angka-angka perolehan suara pasangan calon presiden di server KPU tidak juga berubah. Ini semakin menguatkan dugaan kami adanya kesengajaan KPU untuk mencurangi suara rakyat dalam Pilpres 2019 ini," katanya.

Lieus menegaskan. komando Garda Depan sebagai gabungan relawan Prabowo Sandi yang mengawal tegaknya Demokrasi Pancasila. tidak butuh pernyataan Ketua KPU yang mengatakan siap dikutuk jadi batu bila dia curang.

Komando Garda Depan, tambah Lieus. sampai saat ini terus mengumpulkan bukti-bukti kecurangan itu. Baik di tingkat PPS, PPK. KPU Daerah maupun KPU Pusat. “Kita berharap Bawaslu dan pihak-pihak terkait lainnya. termasuk Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) merespon temuan atas dugaan kecurangan ini," pungkasnya. ( run ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)