Beranda » PROFIL » Menghadapi Pemilu Yang Amburadul. Cipayung Plus Imbau KPU Netral

Selasa, 23 April 2019 - 17:16:30 WIB
Menghadapi Pemilu Yang Amburadul. Cipayung Plus Imbau KPU Netral
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: PROFIL - Dibaca: 228 kali

Pemilu Dianggap Amburadul Cipayung Plus Nyatakan Sikap

Jakarta, Melayutoday.com,- Hasil pemilu 17 April 2019 hingga kini belum beres. Kerja KPU dan Bawaslu dinilai amburadul. Terbukti dengan banyaknya kecurangan yang ditemukan di lapangan.

Namun sekelompok mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus menyatakan sikap dengan menggelar jumpa pers, Selasa (23/4/2019) di Bakoel Caffe, Cikini, Jakarta Pusat. 

Menurut Kelompok Cipayung Plus tersebut, Indonesia telah menorehkan sejarah baru dalam peradaban demokrasi dunia. Pemilihan legislatif (DPRD, DPR RI, DPD RI) dan Presiden _ Wakil Presiden dilaksanakan dalam satu kali proses Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu Serentak 2019.

Hal ini menjadi refleksi kedaulatan rakyat dimana setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan wakil dan pemimpin mereka untuk menjalankan pemerintahan. 

Usainya penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 tak menghasilkan perdebatan dalam tataran elektoral yang telah membentuk beragam opini negatif di kalangan masyarakat terhadap proses Pemilu yang sesungguhnya berjalan secara damai. 

Hasil hitung cepat / quick count yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga suvery tidak semata dapat dipandang sebagai hasil dari suara rakyat, sehingga provokasi dan perang opini bisa saja membuat keruh harmonisasi bangsa yang dapat menghancurkan cita-cita perjuangan bangsa dan tentunya keluar dari prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. 

Untuk mencegah terjadinya perpecahan dan terbentuknya catatan buruk dalam sejarah demokrasi Indonesia, Cipayung Plus yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, IMM, KMHDI, dan HIKMAHBUDHI; perlu menyampaikan seruan moral dan pernyataan sikap  sebagai berikut: 

"Mengapresiasi antusias masyarakat Indonesia dalam  menyukseskan Pemilu Serentak 2019 yang telah berlangsung secara damai. Peningkatan partisipasi Pemilu merupakan salah satu bentuk keberhasilan demokrasi Indonesia,"jelas mereka.

Namun demikian, mereka Menghimbau calon Presiden dan Wakil Presiden agar tidak saling mengklaim kemenangan di tengah proses penghitungan hasil Pemilu Serentak 2019 oleh KPU. 

"Mendesak dan Menghimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari tingkat pusat hingga daerah agar bertindak netral dalam penyelesaian proses Pemilu. Netralitas adalah kewajiban yang mutlak untuk menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi di Indonesia," tegasnya.

Begitu juga mereka Mendesak TNI dan Polri agar secara konsisten terus mengawal proses Pemilu Serentak 2019 hingga tuntas dan menindak tegas pelanggaran Pemilu ( kecurangan- red) yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku. ( run).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)