Beranda » PROFIL » Artis Lucinta Luna Sering Ke Salon KIA Kemang

Rabu, 27 Maret 2019 - 09:43:23 WIB
Artis Lucinta Luna Sering Ke Salon KIA Kemang
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: PROFIL - Dibaca: 385 kali

KIA Salon Siap Merubah Penampilan Lebih Cantik dan Percaya diri

Jakarta, Melayutoday.com,- Ditemui dan berbincang bersama owner KIA Salon, Rukia Wael , di jalan Kemang Selatan Raya No 125 Bangka Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019) memiliki kesan tersendiri terutama perihal kecantikan.

Ia menuturkan Salon kecantikan miliknya, KIA, tempat para wanita yang ingin berpenampilan lebih menarik,  cantik  dan percaya diri. "Bahkan sebagian artis sudah sering kesini, kayak artis Lucinta Luna," tutur Rukia.
  
Salon kecantikan KIA hadir dengan metode potong rambut ( pengecatan warna rambut) dan make up wajah, sehingga bila para wanita merawat dirinya di Salon ini, dipastikan akan.memiliki performance yang lebih menarik.

Rukia Wael, pemilik Kia Salon menuturkan dirinya siap merubah penampilan gaya wanita biasa biasa saja menjadi luar biasa. Mulai dari model rambut hingga make up wajah agar lebih serasi , cantik dan percaya diri.

Uaaha bidang kecantikan menjadi fokus pekerjaannya. Ia mengungkapkan bahwa ia "lebih focus ke Rambut dengan keterampilan yang Ia miliki seperti: Sulam Alis, Sulam Kuku, Gunting rambut / Cutting. Warna rambut pengecetan / Coloring dan lainnya. 

" Sebelum mengembangkan salon KIA saya bergerak dibidang Hairdresser hampir 30 tahun dengan terus berkarya mendesain Baju," jelasnya.

"Saya juga memproduksi rambut Hairclip, kalau kita liat perawatan hair erection keliatan ribet yang pasang bongkar, jadi rambut costumer tidak sehat, dan saya berpikir untuk menciptakan Hairclip saja" ujar wanita asal Ambon kelahiran tahun 70-an yang terjun di usaha bidang kecantikan sejak 1993 ini. (Kontributor: Indri).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)