Beranda » Nasional » Hasil Survei Rumah Demokrasi Prabowo Sandi Unggul

Senin, 25 Maret 2019 - 11:03:35 WIB
Hasil Survei Rumah Demokrasi Prabowo Sandi Unggul
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 339 kali

Hasil Survei Rumah Demokrasi  Prabowo-Sandi Unggul

Jakarta, Melayutoday.com,- Ramdansyah sebagai Fouder sekaligus Direktur Rumah Lembaga Survei Demokrasi dalam kesempatan diskusi tersebut juga menjelaskan dan memaparkan temuan surveinya. 

Menurutnya, Lembaga survei Rumah Demokrasi, sepanjang tanggal 19 Februari - 1 Maret 2019, melakukan survei nasional dengan metode wawancara tatap muka langsung dengan melibatkan sampel responden sebanyak 1.067 responden, yang tersebar secara proporsional di 34 Provinsi di Indonesia. 

Dinamika yang cukup mengejutkan, muncul pada pertanyaan dengan metode top of mind, dengan pertanyaan: “Jika Pilpres dilaksanakan hari ini anda memilih pasangan Capres-Cawapres siapa?”
Mayoritas reponden menjawab memilih pasangan Capres 02 yaitu Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 45,45%. Sementara, yang memilih pasangan Capres 01 Jokowi-Maruf Amin adalah sebesar 40,30% , dan sebanyak 14,25% belum menentukan pilihan.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi lebih unggul atas Jokowi-Maruf Amin, dengan selisih sekitar 5% dan saat dilakukan survei masih banyak undecided voters, yaitu sebanyak 14,25%.

Realitas ini menjadi indikator bahwa performa sosialiasi hingga strategi dalam berkampanye, sangat mempengaruhi rasionalitas dan kesadaran publik atas calon yang akan dipilihnya.
Karenanya, menjadi penting dalam Pilpres 2019 ini, membaca apa yang sebenarnya terjadi pada hari pencoblosan nanti. Bukan saja menemukan siapa yang unggul, tapi sebelum itu, ada pertanyaan yang sangat mendasar: akankah terjadi perpindahan suara yang sangat signifikan hingga menentukan keunggulan salah satu pasangan?

Inilah fenomena migrasi politik pada Pilpres 2019, sebuah fenomena yang terbaca menjelang saat-saat menentukan.

Prof. Firman Noor, Kepala Penelitian Politik LIPI mengatakan bahwa adanya kecurigaan publik dari pelaksana survei, yang dianggap tercampur dengan berbagai kepentingan. Sehingga sebuah penelitian ideal yang harusnya terbebas dengan nilai-nilai kepentingan, kerap disebut sebagai bebas nilai (value free), menjadi tercemar. 

Padahal adanya objektifitas dan menjadi bebas nilai itulah sesungguhnya sebuah survei itu akan mendapatkan bentuk terbaiknya. Sebaliknya manakala intervensi terhadap proses itu demikian massif, termasuk intervensi politik, maka kerap hasil yang diberikan jauh dari kenyataan dan menyebabkan hasil survei menjadi tidak kredibel dan tidak mengungkap kenyataan yang sesungguhnya. 

Survei yang sarat kepentingan itu hasilya tak jarang menjadi jauh dari kenyataan. Survei semacam ini dapat saja berperan untuk mempengaruhi opini dan menjadi bagian dari upaya menciptakan efek band wagon. Namun tetap saja hal itu jauh dari realita yang sesungguhnya. 

Persoalan lain yang menyebabkan sebuah survei dianggap tidak mampu menangkap realitas secara tepat adalah kelemahan metodologis dan proses pengambilan data. Juga jumlah responden yang diragukan tingkat keterwakilannya selain margin of error yang kerap tinggi. Selain itu instrumen penelitian kerap menjadi penyebab pokok sehinga tidak cukup canggih untuk benar-benar dapat menangkap aspirasi masyarakat dan menjadi rujukan sebuah analisis yang valid. 

Indikator yang tidak tepat dan juga pertanyaan yang ambigu atau membingungkan menimbulkan jawaban-jawaban yang sumir. Bisa juga cara menanyakan sebuah pertanyaan yang kurang tepat, sehingga terkesan menekan atau mengarahkan. Dengan kondisi inilah banyak fakta sesungguhnya yang tidak terungkap.

Selain itu kondisi masyarakat yang menutup diri juga memungkinkan terjadinya ketidakterungkapan itu. Beberapa survei belakangan menunjukkan bahwa jumlah swing voters itu cukup besar. 

Rumah Demokrasi mencatat misalnya sebesar 14,25%, Polmark Research Center hingga 18,7%, sementara Kompas 13% atau 17%(?). Dari kondisi ini terdapat kesan cukup kuat, bahwa menjelang hari H banyak kalangan yang berhati-hati dalam menjawab, atau memang semakin bimbang dalam menentukan pilihan. ( M. Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)