Beranda » Opini » Issu Komunisme

Senin, 17 September 2018 - 21:10:12 WIB
Issu Komunisme
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 106 kali

Oleh Dr Mas ud HMN*)

Jika melihat kebelakang, isu komunisme identic masa lalu yang kelam jangan berulang kembali Awal Mei 2016 lalu telah dilaksanakan sebuah Simposium Tentang  korban  peristiwa  Gerakan G 30 S PKI di Arya Duta Hotel Jakarta,Hasilnya  menimbulkan  silang pendapat dan membuka luka lama sejarah.  

Bagaimanpun  juga Pemberontakan  G 30 S/PKI dengan dalangnya  partai komunis  di Indonesia  adalah  sejarah buruk.  Mengingat pemberontakan telah  menumpahkan darah, dendam, dan kontradiksi. Namun masih ada yang ingin membela komunis. Apa yang mau meraka cari?

Sesungguhnya kalau kita  rujuk kepada Al Quran terdapat  banyak  memuat kisah sejarah, yang monumental bagi  manusia. Dapat dijadikan pembeda, penjelasan tentang sejarah bernilai dan  tidak bernilai.  

Antara lain  kisah Firaun misalnya di Mesir menjadi penegak kebatilan dalam era yang  cukup  panjang.Amat jelas. Firaun dan pengikutnya  hendak menanamkan dan melestarikan ajaran Firaunismenya.Contoh hukuman Tuhan  terhadap kaum Firaun  ditenggelamkan kedalam laut, gagal karena  nilai kebatilannya.

Dilain pihak pada era yang sama  dengan Firaun, berdiri tegak menandingi  Musa  As.  Musa As membawa  ajaran kebenaran. Nilai yang diajarkan Musa adalah kebenaran. Sementara ajaran Firaun ajaran kebatilan. Ajaran Musa  As sukses, menyelamatkan dan menjadi penolong semua kaum.

Demkian juga halnya dengan Indonesia. Sudah ada  Ajaran  demokrasi  yang  digali dan di pelajari dari  sejarah peradaban  Indonesia.Ajaran yang benar. Ajaran itu  kemudian  simpulan filosofisnya di munculkan dalam   konstitusi dan falsafah  Panacasila.

Namun komunis  Indonesia mengajarkan demokrasi nilai lain.Diktator  proletarnya, yang anti ketuhanan. Kisah itu di ulang ulang oleh kaum komunis di Indonesia. Tapi Indonesia selamat dari  faham komunisme.

Dalam konteks  seperti itu, di Indonesia sudah   ada nilai demokrasi berketuhanan.Prinsip itu  yang dianut mayoritas, Hanya saja sayangnya,   kaum komunis menentang nya.

 Sangat  jelas. Bukankah  komunis memberontak  berkali kali,untuk mendirikan negara berpaham komunis .Diawali tahun 1926  melawan penjajah  Belanda. Tokohnya ditangkap Belanda .Ada yang dibung ke Digul (Papua sekarang)

Tidak berhenti disitu. Diulangi lagi  tahun 1948 kaum komunis berontak lagi. Mengambil momentum dalam  keadaan Indonesia masih kacau pasca  Proklamasi  1945 Pemberontakan tersebut  dinamakan Pemberontakan Komunis Madiun

Untuk ketiga kali  Komunis  berontak lagi pada 30 September 1965.Disebut pemberontakan  30 September. Gagal. Tokohnya ditangkap di adili dan dihukum.

Paparan diatas, menyimpulkan kaum komunis telah bersalah menggunakan nilai  yang batil di Indonesia..Dengan demikian apa yang dilakukan oleh gerakan komunis adalah  gerakan yang bukan saja tidak  bernilai,dan  batil tetapi juga a hystoris. Menentang logika  dan nilai atau moral sejarah

Hampir semua  ahli  membenarkan  bahwa  ajaran komunis bukan nilai  yang benar. Yaitu membandingkan Ajaran nilai  dibawa Musa as dan ajaran Firaun. Yang benar adalah nilai yang dibawa Musa  As.Sebaliknya  Firaun membawa   ajaran yang batil.

 Dala hal ini menarik pendapat Wakil Presiden Mohammad Hatta, bahwa ajaran komunis tidak dapat dibenarkan. Karena  prinsip komunisme adalah menentang  ajaran prinsip demokrasi. Sementara Indonesia menganut  prinsip dan sistem demokrasi. (70 Tahun Hatta : Sinar Harapan 1970)

Ini membawa perbedaan Hatta dan Soekarno. Soekarno memandang komunis  itu biasa  biasa saja. Angapan Soekarno ibarat satu keluarga ada  pendapat yang beda,Bagi Hatta  bukan demikian. Berpegang prinsip komunis anti demokrasi. Oleh karena itu bukan keluarga Demkian Hatta.

Sejalan pandangan Hatta, Guru saya  dari Universitas Pendidikan Bandung ( Melayu Pos 16 Mei 2014), Prof Ahmad Tafsir berpendapat ajaran komunis mengandung bahaya. Yaitu esensi ajaran kontradiksi.Yaitu melawan fitrahnya manusia, yang secara umum adanya manusia itu ingin pelindung  yaitu Tuhan

Bagi Prof Ahmad Tafsir ajaran komunis menentang keberadaan Tuhan bagi manusia.Kontradiksi ini menghancurkan, melapetaka kemanusiaan.Negara  komunis demikian keadaanya.

Terhadap pertanyaan apa yang dicari bagi mereka yang membela  ajaran komunis di Indonesia,adalah  membela  yang salah. Yang seharusnya kita bersikap belajar agar tidak ikut nilai salah yang mwembawa   kehancuran kemanusiaan.

Karena  dasar itu saya bependapat , komunisme adalah masa lalu.Kebatilan yang yang absurds.Tidak punya hari depan. Akan tenggelam dalam lipatan zaman. Mengungkit sejarah tentang G 30 S PKI sejauh ini tidak relevant. Akibatnya hanya   membawa silang sengketa dan luka diantara kita  Wallahu aklam bissawab

Jakarta 10 Agustus 2018

*) Penulis adalah Dosen Pascasarjana  Universitas  Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)