Beranda » Opini » OPINI: Tahun Politik Bagaimana Berebut Hati Rakyat

Minggu, 26 Agustus 2018 - 21:11:35 WIB
OPINI: Tahun Politik Bagaimana Berebut Hati Rakyat
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 156 kali

Oleh  DR Mas ud HMN

Pada masa tahun politik  memperebutkan  dukungan rakyat soal yang umum. Pokok soal karena kekuasaan demokrasi berbasiskan pada   jumlah penduduk. Tetapi  demokrasi dengan landasan kualitas penduduk merupakan dua hal yang penting,Saat ini banyak diperbincangkan.

Bagi rakyat kecil kompanye  pencitraaan  besar kandidat tidak penting.Makna  dari demokrasi bagi mereka adalah hasil. Bukan pencitraan Tetapi bagi  calon legislatifdan calon Presiden ini penting, Karena memperebutkan suara dukungan rakyat

Rasa rasanya yang demikian tidak kena mengena.lain panggang  lain api.Lantas yang  berkaitan dengan  rakyat apakah perlu   semua aspek demokrasi menjadi urusan  rakyat kecil.Ataukah pada urusan tertentu cukup dibiarkan kepada  unsur partai yang mengurusnya, Lalu rakyat cukup memilih saja Hal ini jadimya akan membuat  persoalan demokrasi menjadi sederhana  , namum minim kualitas.  Hal demikian dapat dilihat pada fenomenaa berikut:

Pertama, posisi keadaan negara  pada posisi ekonomi yang berat,Rakyar perlu kebutuhan pokok, perlu biaya anak sekolah dan lain lain. Kini masalah keperluan itu bermasalah.Malah banyak pemutusan hubungan kerja, pengangguran.

Dalam posisi ini rakyat  tidak dapat befokus pada  masalah demokrasi,Mereka  focus pada soal kebutuhan ekonomi. Jadi intinya rakyat tidak dapat diajak serius dengan demokrasi.

Dengan kata lain ibarat  demokrasi  itu adalah sesuatu yang indah, yang elok. Namun tidak elok dan tak nampak indahnya dalam pandangan seorang yang  lapar. Maka  demokrasi  tak sesuai , dan cocok bagi mereka  yang  perutnya telah kenyang,

Kedua, Kondisi pengelolaan Negara dalam penegakan hukum.Masalah utamanya  adalah masalah keadilan. Hukum kita situasinya hukum belum berpihak ,menegakkan keadlan, baru berpihak kepada kekuasaan.Tergambar  berapa banyak  orang lemah, seumpama  salah  mencuri ayam dihukum berat.Bila kesalahan terjadi pada  orang kuat,penguasa, mendapat hukuman ringan.Ini yang menjadi ungkapan umum kondisinya hukum kita  yakni tajam kebawah tumpul keatas.Singkat kata demokrasi  kita  belum berjalan  seiring  dengan penegakan hokum.Padahal demokrasi tanpa hukum yang adil, sehat, tidak akan terwujud  demokrasi yang sehat berkualitas

Ketiga, fenomena kesatuan nasional.Masalah kesatuan nasional merupakan suatu kepastian yang  difahami bersama.Bila tidak demikian, demokrasi tiada memberi mamfaat.Bayangkan kalau dalam mengakkan demoktasi rasa kesatuan nasional kita hilang,kita tak bisa menggammbarkan apa yang akan terjadi. Bahkan bisa terjadi kita berpecah  berantakan oleh demokrasi.

Dari tuga factor yang berkaitan dengan demokrasi berdasar paparam diatas.yakni ekonomi, hukum, dan kesatuan nasional itulah yang  menentukan kualitas demokrasi.Jadi kita pertaruhkan demokrasi dengan tiga hal tersebut.

Kembali ke pokok soal yaitu bagaimana demokrasi  yang berkualitas, jawabannya bagaimana ketiga  factor itu diperbaiki pada  posisi bagaimana seharusnya.

Dalam hal ini kita harus memikirkan bahwa sesungguhnya menjulang untuk meningkat tinggikan  demokrasi, tidaklah semata  memperebutkan suara rakyat, tapi  bagaimana kualitas demokrasi kita yang menempatkan prioritas ekonomi,hukum,bela Negara, menjasi prioritas. Mudah mudahan.

Jakarta 15 Agustus 2o18.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)