Beranda » Warta Daerah » Potret Pilkada Sulsel Bisakah Pengaruhi Peta Kekuatan Capres 2019?

Minggu, 11 Maret 2018 - 23:32:23 WIB
Potret Pilkada Sulsel Bisakah Pengaruhi Peta Kekuatan Capres 2019?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Warta Daerah - Dibaca: 63 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Dalam waktu bersamaan Pemilihan umum daerah (Pilkada) dikaitkan dengan peta kekuatan Capres yang diusung Parta Golkar pada Pilpres 2019 mendatang.  Dalam hal ini Sinergi Data Indonesia (SDI) melakukan riset di daerah Sulawesi Selatan  yang selama ini menjadi basis dan kantong suara Golkar.

Lantas apakah ada pengaruh signifikan besarnya kantong suara Partai Golkar di Sulsel terhadap peta kekuatan Capres 2019? SDI memaparkan hasil surveynya dihadapan awak media dengan  tema ‘Peta Kekuatan CAPRES dikantong Golkar: Potret Pilkada SULSEL’, Minggu (11/3/ 2018) dikantornya kawasan Tebet Dalam IV G/7 Jakarta.  

Hadir sebagai pembicara selain Barkah Pattimahu, Direktur Sinergi Data Indonesia, juga ada Muradi, PhD, ketua Pusat Studi Politik & Keamanan UNPAD Bandung, dan Viktus Murin, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar bidang kajian strategis dan intelijen.

Menurut Barkah Pattimahu, MSi, selaku Direktur Eksekutif SDI, Survei dilakukan di 24 Kabupaten/kota sejak tanggal 14 hingga 20 Februarl 2018. Responden yang diwawancarai sebanyak 1000 orang, dengan margin of error 3.16% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Survei yang dilakukan oleh Sinergi Data Indonesia menghasilkan sejumlah temuan, yang pertama, Alumni Capres 2014 yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto masih mendominasi suara hasil polling. Joko Widodo sebagai Caprrs didukung oleh pemilih SULSEL, sebesar 53.80%. disusul Prabowo Subianto 20.10%, sementara calon lain yang ikut meramaikan bursa masih dibawah 3%. Meski tertinggi, dukungan kepada Joko Widodo dl SULSEL masih dibawah perolehan suara pada PILPRES 2014 yang mencapai 71.4196. Sementara dukungan Prabowo Subianto juga masih dibawah raihan suara pada PILPRES 2014 yakni sebesar 28,59%.

Temuan kedua, Pilkada SULSEL menghadirkan 3 calon yang bersaing ketat yaitu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar meraih dukungan suara 27.50%. disusul Nurdin Halid-Aziz Kahar Muzakkar dengan elektabililas mencapai 24.80%, posisi ketiga Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman 21.20% dan Agus Arifin Nu’mang – Tanri Bali Lamo 8.996 serta suara yang masih belum memutuskan 17.6096.

Berdasarkan survey yang pernah dilakukan oleh SDI pada Desember 2017, raihan suara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mencapai 30.30%. Dengan demikian suara pasangan ini mengalami penurunan di survey Fabruari 2018. Hal berbeda terjadi pada Nurdin HaIid-Aziz Kahar Mudzakkar yang pada survey sebelumnya 22.30% kini naik menjadi 24,80%.

Pasangan lain yang relative nail adalah pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 20,00% ini Desember 2017 dan pasangan yang stabil dukungannya adalah Agus Arifin Numang~Tanri Bali Lamo 8.1% pada survey Desember 2017.

Potret Pilkada Sulsel memang belum ada jaminan menjadi cermin bagi pemilihan Presiden 2019, namun paling tidak bagi kantong-kantong suara partai Golkar, khususnya di basis pendukung Wakil Presiden Jusuf Kalla saat Pilpres 2014 lalu hal ini menjadi parameter bagi kantong kantong suara Partai Golkar untuk Pemilu dan Pilpres pada 2019 mendatang. (M. Harun).   


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)