Beranda » Nasiional » MOI, MIUMI dan Ikatan Dai Asia Tenggara Tolak Internasionalisasi 2 Kota Suci

Kamis, 15 Februari 2018 - 21:18:30 WIB
MOI, MIUMI dan Ikatan Dai Asia Tenggara Tolak Internasionalisasi 2 Kota Suci
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 535 kali

Jakarta, Melayutoday.com,- Isu tentang internasionalisasi 2 kota suci yakni Makkah dan Madinah serta penyelenggaraan haji dan umrah mengharuskan Majelis Ormas Islam (MOI), Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) serta Ikatan Dai se Asia tenggara bersikap tegas dengan menyampaikan secara tegas MENOLAK INTERNASIONALISASI 2 KOTA SUCI DAN PENGELOLAAN HAJI/UMROH, yang disampaikan saat jumpa pers , kamis (15/2/2018) di AQL Islamic Center kawasan tebet, jakarta selatan siang.   

Selain itu tampak hadir tokoh dan ulama dari ormas islam seperti: Muhammadiyah, Persis, Al-Wasliyah serta ormas yang tergabung dalam MOI , MIUMI dan Ikatan Dai se-Asia tenggara.  

Menurut para tokoh saat menyatakan di depan media, bahwa munculnya propaganda tentang internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan tanah suci Makkah dan Madinah membuat kami ummat islam Indonesia merasa perlu menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

 

1- Internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah akan menimbulkan problema besar dan persengketaan serta perselisihan yang sangat berbahaya dan dapat memicu situasi chaos dalam pelaksanaan ibadah haji bahkan dapat menjadi ancaman bagi stabilitas dua tanah suci dan wilayah sekitarnya.

2- Pemerintah Saudi Arabia telah memberikan perhatian yang sangat besar dalam penyelenggaan haji serta urusan dua tanah suci. hal ini terbukti dengan pembangunan dan renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta perluasan keduanya berlipat lipat ganda serta pembangunan jalan  dan sarana-prasarana yang sangat berkualitas demi kemudahan pelaksanaan ibadah haji dan umroh, dan Saudi Arabia terus menerus membuat kedua masjid suci tersebut semakin besar dan indah dari waktu ke waktu.

3- Berdasarkan apa yang tersebut diatas, maka tidak ada kebutuhan dan alasan internasionalisasi penyelenggaan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah.

4- Oleh karena itu Indonesia yang diwakili oleh para ulama dan tokoh tokohnya serta bangsa Indonesia secara umum menolak semua upaya untuk internasionalisasi penyelenggaraan haji dan urusan dua tanah suci Makkah dan Madinah dari pihak atau negara manapun. (redaksi).         


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)