Beranda » Opini » GEMPA MEDIA SOSIAL

Minggu, 04 Februari 2018 - 17:53:09 WIB
GEMPA MEDIA SOSIAL
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 84 kali

Oleh Dr Masud HMN*)

Patologi social, atau penyakit social adalah gejala masyrakat sepanjang zaman.Kini hal itu muncul kembali.Gejala kelakuan  sekxual menyimpang.

Perbuatan itu berimplikasi banyak. Masyrakat menjadi sakit.Padahal, konsep pembangunan nasional kita menjadikan  manusia utuh sehat lahir batin, bangsa maju,sejahtera adil dan makmur.Semua  itu  dicapai dengan investasi yang besar.Sudah dilakukan dengan susah payah.Akan gagalkah  kita membangun  masa depan ?

Untuk merespon hal ini pertama-tama  harus dinyatakan bahwa memang terdapat indikasi kurang baik belakangan ini. Yaitu pada dua fenomena masyrakat yang muncul baru baru ini berupa kasus pelecehan seksual di sekolah dan pelecehan seksual di rumah sakit, Kasus  pertama  di Pkayon Jakarta seorang guru pria sekolah menengah berbuat serong  seksual kepada seotang putri anak didiknya. Kasus ini telah menyebar  yang menimbulkan “gempa media social”

Adapun kasus kedua adalah peristiwa  terjadi pelecehan seksual oleh perawat pria  kepada wanita pasiennya di RS Surabaya  Jawa timur..Hal ini telah bikin panic jajaran Departemen kesehatan.Karena perbuatan itu betul-betul tidak bermoral dan tidak diinginkan.

Rasanya kasus kasus ini menampar  wajah kita sebagai bangsa, Disatu pihak  bangsa  kita sedang investasi besar membangun manusia, dilain pihak ada perusak investasi tersebut. Yaitu petugas, penanggung jawab. Yaitu guru merusak siswanya, perawat merusak pasiennya.

Bagaikan keluhan Mansur S penyanyi dangdut saja dalam liriknya lagunya. Pagar makan tanaman Pengawal moral yang runtuh.Siapa yang bertanggung jawab.

Jawab dari persoalan ini tentu saja tidak  dapat tunjuk hidung saja. Karena bagaimanapun bentuk nya kasus,bukan menyeluruh.Siapa bertanggung jawab adalah kita semua. Namun secara spesifik  tentu instansi yang  berwenang  Departemen pendidikan atau pemerintah Daerah dan Departemen Kesehatan

Selain itu kasus ini dapat dipahami dengan teori  sosial masyrakat yang disebut Patologi Sosial.Sebagai gangguan jiwa atau penyakit jiwa. Patologi social adalah satu gejala penyakit social yang menimpa masyrakat.

Imanuel Kant mengemukakan sebuah teori moral.Yang diisitilahhan dengan “moral conduct”.Bagian satu kehidupan manusia yang berguna untuk masyrakat dengan mefungsikan nilai, Nilai yang baik bersumber dari agama dan tradisi yang ada dalam masyrakat itu sendiri.

Muatan teori  moral cunduct Kant ini yaitu moral yang baik dan buruk. Hal itulah yang harus diuji, dibedakan.Mana yang harus dijadikan dan dikembangkan menjadi tradisi (kebiasaan berulang) dalam setting masyrakat

Ditambahkan juga dengan memasukkan dimensi validitas akal, proses kejiwaan dan pengalaman.Sehingga  dapat dilihat penyakit masyrakat itu secara moral dan pengetahuan. Dengan demikian patologi social yang dialami, harus juga menumbuhkan motivasi dari kamunitas itu “untuk sembuh”. Pemikiran Imanuel Kant tentang  moral cunduct,agaknya penting dan interest  untuk dieloborasi  lebih jauh. ( Runes, Dagobert, Dictionary of Philosofy.1962)

Dalam Islam ada petunjuk melarang perbuatan jahat.Kasus  pelecehan seksual (zina) termasuk kedalam kejahatan dosa berat.Bahkan, harus menghindar dari perbuatan tersebut. Banyak ayat tentang pelarangan perbuatan zina dalam al Qur an.

Selain perintah larangan,  ada juga, kisah sebagai iktibar bahan pelajaran  berupa kejadian umat terdahulu. Qur an menjadikan kisah kisah tersebut untuk pedoman menghindarinya. Qur an memberikan  onsfirasi tentnang nilai kebenaran dan solii mengikuti jalan kebenaran tersebut 

Dapat ditarik intinya,bahwa  secara teori harus dipahami, lantas terhadap gejala  itu harus ada  solusi.Yang sudah tentu paling terdepan adalah instansi yang berhubungan dengan pendidikan dan kesehatan. Demikianlah seharusnya.

Akhirnya gejala soal kejahatan, atau patologi social dalam hal seksual ini telah berada dalam bentuk category yang mengkhawatirkan.Ini  penyakit  zaman yang berulang.Pada masa sejarah masa lampau ada zina, judi dan mabuk.Ada seruan. Tiga jangan,jangan berjudi, jangan zia, jangan mabuk.Teknisnya yaitu jauhi zina, jauhi judi dan jauhi  madat (mabuk)

Dalam aspek pembangunan nasional, tentu ini sangat prinsipiil.Manusia macam apa yang akan mengurus kebangunan Negara bangsa kedepan?.Jawabannya tentu tidaklah mungkin diwariskan pada mereka orang orang  bermoral rendah. Tidaklah mungkin ditangani mereka yang pejudi dan pemabuk.

Pesan tiga jangan adalah solusi. Dalam rangka harapan , dan doa kita bangsa ini haruslah maju.Hal  demikian memerlukan orang yang andal, yakni orang  baik dan orang Salih.Mudah mudahan.

Jakarta 3 Februari 2018

*) Dr Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas  Muhammadiah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)