Beranda » Budaya » Sikap Menghina Antar Sesama Talian Dengan Kesehatan Mental

Kamis, 14 Desember 2017 - 22:06:12 WIB
Sikap Menghina Antar Sesama Talian Dengan Kesehatan Mental
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Budaya - Dibaca: 72 kali

Oleh Mas ud HMN*)

Sikap saling menghina antar sesama  tak ubahnya menyerupai Tsuami gelombang laut.Tiba tiba dan dahsyat.Seumpama itulah  Tabiat anak belia kini  dalam media sosial suka menghina antar sesama.Akibatnya dapat menjelma jadi masalah yang berbahaya,bagi masa esok bangsa.

Mungkin soal ini adalah masalah kesehatan mental.Lenyapnya  kesatuan,hilangnya etika peduli pada orang lain.Dalam hemat kita adalah penting disembuhkan. Sayangnya siapa yang peduli ? 

Seperti dijejaskan  Khairy Jamaludin Menteri Pemuda dan Sukan Malaysia yang  menyatakan bahwa perilaku anak muda  menghina lewat media sosial makin meningkat. Perbuatan  itu amat sukar dielakkan korbannya. Seperti  Tsunami

Menteri Pemuda dan Sukan yang juga dulunya adalah Ketua Pemuda UMNO, menambahkan jika perbuatan menghina itu dilakukan pada setting terbatas,keluarga misalnya,  mungkin bisa saya  atasi.Tetapi bagaimana  jika dilkukan kepada yang lain yang mereka tidak berdaya sama sekali. Demikian ucap Khairy Jamaluddin seperti di releaskan Bernama  7/11

Apa matlamat yang terkandung dari pati   dikemukakan Khairy  Jamaludin itu tidak bisa tidak adalah gejala serius .Setidaknya  dari segi azam  kita membina anak wathan  yang sihat dalam bangsa yang berkemajuan.Kita semua harus mengambil kira dan mengukuhkan azam bahwa  bangsa  maju adalah bangsa yang berpadu  tidak saling menghina.

Perangai atau prilaku Ini tentu ada talian dengan kesedaran yang rusak. Yakni amar melukukan azas kerusakan dengan tiada tanggung jawab

Para ahli membuat simpulan seperti itu. Yaitu  bahwa  Gejala gangguan kesihataan mental bertalian dengan beberapa bentuk tabiat termasuk kurangnya kesedaran   dan lupa tanggung jawab.

Yang amat mengkhawatirkan adanya gejala itu semakin merebak.Sumber Utusan Malysia telah menafikan kenyataan itu sebagai  Gejala yang mirip seperti gelombang Tsunami.

Sumber itu membuat kenyataan  pada  era tahun 2010 anak muda Malaysia  terserang gangguan kesihtan mental 1 dari antara 10 orang.Pada tahun  2017 ini ada  5 diatara 10 orang anak muda Malaysia terserang gangguan mental. Bentuk gejalanya stress, suka marah dan mengidap demam.

Secara teori amnya yang digolongkan  kesihatan mental  adalah indikasi yang stabil dari  individu berwujud normal. Wajar dan lazim.Tiada keluhan

Namun,konsep kesihatan mental dalam Islam tidak sekadar sihat dalam fisik, yakni tanpa keluhan, stabil dan normal belaka. Tetapi lebih dari itu yang terkandung dalam konsep afiat. Itulah  sebabnya  kata sihat itu diringi dengan sehat wal afiat

Individu yang sihat fisik, bisa jadi tidak ada keluhan, stabil. Namun mentalnya tidak terlindungi. Jadi makna sihat beda dengan afiat.

Jika dilihat wazan kata sihat adalah yaitu asshihah dan atthammah.Maknanya sihat secara  fisik normal.Lebih bersifat amatan penglihatan luar.

Sementara afiat bahasa Arab  dari kata alfiyah berati sihat dalam talian dengan doa untuk perlindungan masa kini dan yang akan datang.

Tegasnya afiat bukan hanya tidak tenganggu, tapi lebih jauh berada dalam perlindungan.Satu keberadaan mental dalam garanti jaminan  secara spiritual teologis.

Sembarang gejala bisa ada segalanya kelihatan wajar  dan lazim, tapi  ada  masalah  spiritual teologis. Contoh tidak  ada kepedulian sosial.Sikap tak acuh.

Sesungguhnya  ajaran agama   menyebutkan prinsip  hidup bertelekan menuruti fitrah. Yakni sebagai unsur spiritual teologis melakukan kerja sama dengan lingkungan sosialnya. Harus bergaul, berkomunikasi,memberi dan menerima dari orang yang bertempat tinggal di sekitarnya.

Oleh seorang  skolar  imu kesehatan mental Indonesia  Zakiyah Drajat alm (1985) menamakan perbuatan amal sosial sebagai anjuran berdasar fitrah manusia. Manusia tidak sehat bila ia tidak dapat menunaikan fitrahnhya,demikian Zakiyah Drajat

  Itupun sejalan dengan taarif dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa perlunya sihat sosial itu. Matalamatnya  agar manusia  dapat melaksanakan fungsinya untuk memenuhi keperluan utamanya seperti ekonomi dan sosial lingkungan.

Dengan uraian dimuka, yakni kesehatan mental punya talian dengan unsur  agama.Kesehatan mental yang hanya tak punya keluhan permukaan sahaja dalam arti wajar dan lazim, belumlah cukup.Gejala sihat mental harus dengan kepastian adanya tanggung jawab, kemauan untuk bekerjasama secara sosial.

Mungkin ini menjadi tantangan masa esok kita bersama.Adakah kalangan belia kita sihat mental berhadapan dengan  cabaran dimaksud.Sekilas ada kekhawatiran bahwa kalangan belia belum terlalu siap

Dalam talian gejala  yang ”belum siap” itulah kita memahami seruan Khairy Jamaludin menjadi amat penting.Penjejasan belia yang terbawa gelombang tak bertanggung jawab dan kurang mendukung rencana sosial adalah serius.Anjuran itu patutlah kita dukung bersama,Semoga !

  Jakarta 10 Desember 2017

*) Penulis adalah Doktor Dosen Pasca sarjana  University Muhammmadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.WA +6285714224111. 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)