Beranda » Artikel » Asean, Intervensi dan Keutuhan Nasional .

Selasa, 08 Agustus 2017 - 22:46:19 WIB
Asean, Intervensi dan Keutuhan Nasional .
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Artikel - Dibaca: 376 kali

Oleh Dr Mas ud HMN*)

Asean,intervensi dan keutuhan nasional menjelma  jadi soal yang cukup penting.Apalagi jika dihubungakan dengan 5O tahun ASEAN (7 juli 1967-7 Juli 2017)i Mengingat tantangan global berdatangan, membawa konflik memprovokasi  keadaan yang tidak dikehendaki.,

 Intervensi dan keutuhan nasional dalam kenyataan selalu paradoks. Jika ada intervensi maka segera saja akan terjadi pergolakan,konplik dan sengketa inter satu bangsa.Maka intervensi mirip sebuah virus berbahaya, yang harus dihindari,

Bentuk Intervensi dalam arti campur tangan satu negara kenegara lain, merupakan bahaya  keutuhan Nasional. Hal itu terbukti secara empirik.Negara yang diintevensi berpecah belah,timbul konflik. Hilanglah keutuhan nasional negara bersangkutan.

Seperti  adanya perkembangan konflik kasus Arab Saudi –Qatar, tentu ada kekuatan lain yang campur tangan.Syria negara awal yang mendapat intervensi. Sebagai dampak dominonya  Syria , kemudian Iraq, serta Yaman.

Hal demikian membuat kawasan lain khawatir juga. Jangan jangan hal serupa menjalar pula menjadi  mara bahaya yang  memperak perandakan keutuhan dan kestuan nasional.,

Dampak dominonya terbaru adalah  Konflik Aliansi Saudi kontra Qatar.Yang sebelumnya  ada konflik Syria, Iraq dan Yaman. Tentu saja masalah ini pantas  untuk di telaah.Mengingat konflik terjadi  dinegara yang mayoritas muslim.

Bagi peminat kajian teori kawasan, khususnya Teori domino, yang dikenal awal era tahun lima puluhan merupakan kompikasi satu negara yang tidak terseselesaikan secara intern. Hal itu kemudian menjadi konflik intern negara,kemudian merembet  kekawasan tetangga.Sambung menyamabung menjelma menjadi konflik regional kawasan

Perwujudan teori domino  di Asia masa limpuluhan tersebut, tampak pada Korea.Negara yang semulanya satu, kemudian terpecah dua antara Korea Utara dan Korea Selatan. Hal yang sama terjadi pula di Vietnam. Perpecahan antara  dua negara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.

Pada tataran prinsip, konflik kawasan  Korea dan Vietnam disebabkan pertentangan ideologi. Yaitu  antara komunis dan faham kapitalis. Ideologi komunis didukung Cina dan Uni Sovyet sementara ideologi Kapitalis didukung Amerika dan negara Eropah barat.

Dari dua konflik kawasan ini, Vietnam dpat menyelesaikan masalahnya dengan kembali bersatu menjadi sebuah negara nasional.  Berbeda  dengan Korea,dua negara itu itu gagal bersatu untuk menyelesaikan masalahnya, bahkan hingga kini konflik kedua negara berkepanjangan.

Bila diperhatikan antara konflik kawasan Arab dan konflik kawasan Asia ada perbedan mencolok.Yaitu jika  dikawasan Asia, konfliknya  ideologi komunis.Sementara kawasan  Arab konfliknya sesama  muslim. Ideologinya sama. Namun konflik tidak jua dapat diselesaikan.

Syukurlah,- jika dkaitkan dengan dengan dua bentuk konflik diatas-- dinilai secara umum, kawasan ASEAN relatif stabil dan aman, belum ada gejolak yang mencurigakan  atau mengkhawatirkan.Katakanlah, kondisi  masih terkendali dengan adanya kekompakan  kesepuluh negara ASEAN.

Tetapi seungguhpun demikian, keutuhan nasional di Asean  belum  dapat digaransi, Artinya dimasa depan apakah stsbilitas kawasan  akan terjamin ? Jawabannya belum. Setidaknya dapatdilihat dalam dua hal

Pertama,soal intervensi negara lain.Negara ASEAN  berpotensi diamsuki oleh intervensi Asinga  dari luar kawasan.Tujuanya ekonomi dan politik. Sebab banyak  negara luar ingin ikut campur urusan dalam negeri negara lain demi mencapai tujuan politik dan ekonomi tadi.

Kedua,soal ideologi.Diantara ideologi itu adalah komunisme dan  Islam radikal.Komunis sudah mudah dilihat  dari gelagat Cina. Keinginan  ekpansip Cina dengan  ideologi komunisnya dalam kerangka tujuan ekonomi.

Adapun ideologi Islam radikal muncul dalam bentuk Terorisme. Ideologi ini sudah menjadi ideologi dunia tanpa batas. Diawali dengan Al Qaeda oleh  Osama  bin Laden (2009) di Afghanistan. Lalu dimodifikasi oleh  kelompok ISIS di Iraq dan Syria(2013)  serta Al Nusra  dibelahan Afrika  . Pokoknya ideologi Islam Radikal ini ingin mengganti faham kebangsaan dan sendi nasionalisme yang ada menjadi ke khalifahan Islam.

Berangkat dari dua alasan intervensi dan ideologi diatas, (1) intervensi  ekonomi politik serta (2) intervensi   ideologi, sesungguhnya itulah tantangan  negara kawasan ASEAN.Semestinya inilah  harus diwaspadai dan diantisipasi. Bila tidak, kawanan ASEAN  akan menjelma sebagai kawasan konflik seperti kawasan  Arab dewasa ini.

Akhirnya,tibalah masanya bagi dua negara besar pendukung kuat  ASEAN Yakni  Indonesia dan Malaysia untuk mengantisipasi tantangan tersebut diatas secara sungguh sungguh.Upaya tersebut dapat berupa

Pertama,pembatasan migrant asing masuk.Agar mereka tidak mempengaruhi masyrakat. Khususnya dari Cina.

Kedua, menghadapi kelompok radikal Islam dengan tegas.Melarang dakwah yang merusak ukhuwah  persatuan bangsa.Harapannya, agar  negara tetap stabil dan tidak diganggu anasir yang merusak sendi sendi nasionalisme kebangsaan.

*) Dr Mas ud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)